PENDIDIKAN
AGAMA KRISTEN
A. PAK
Pendidikan Kristen
menunjuk pada pengajaran biasa yang diberikan dalam suasana Kristiani. Namun
dapat juga berarti sekolah yang dijalankan oleh gereja atau organisasi atau
yayasan Kristen.
Sedangkan PAK merupakan pendidikan
yang berporos pada pribadi Tuhan Yesus Kristus dan Alkitab (firman Allah)
sebagai dasar atau acuannya. Beberapa pandangan tokoh mengenai PAK, yaitu
1. Hieronimus
(345-420) PAK adalah pendidikan yang tujuannya mendidik jiwa sehingga menjadi
bait Tuhan (Mat. 5:48).
2. Agustinus
(345-430) PAK adalah pendidikan yang bertujuan mengajar orang supaya melihat
Allah dan hidup bahagia. Pelajaran Alkitab difokuskan pada perbuatan Allah.
3. Martin
Luther (1483-1548) PAK adalah pendidikan yang melibatkan warga jemaat untuk
belajar teratur dan tertib agar semakin menyadari dosa mereka serta bersukacita
dalam firman Yesus Kristus yang memerdekakan. Alkitab sebagai dasar dan Kristus
pusat berita Amanat Agung (Matius 28:19-20), murid proses PAK (2 Tim. 2:2),
memuridkan hasilnya (Ef. 4: 11-13) menjadi murid dewasa.
Dari definisi Werner
terdapat tiga aspek utama PAK, yakni:
1. Deskripsi
PAK
PAK
merupakan proses pengajaran dan pembelajaran berdasarkan Alkitab, berpusatkan
Kristus, dan bergantung pada kuasa Roh Kudus. Pembelajarn berarti pembangunan
pribadi menuju kedewasaan. Sedangkan pengajaran berarti penyandian dan dorongan
bagi pembelajaran yang efektif.
2. Aspek
fungsional PAK
PAK
berusaha membimbing setiap pribadi ke semua tingkat pertumbuhan melalui
pengajaran masa kini ke arah pengenalan dan pengalaman tentang rencana dan
kehendak Allah melalui Kristus dalam setiap aspek kehidupan dan untuk
memperlengkappi mereka bagi pelayanan yang efektif. Proses PAK ditujukan kepada
setiap pribadi seperti pelayanan Kristus (Yoh. 1:43). PAK berfungsi sebagai penyedia,
pendorong, dan fasilitator dalam pembimbingan.
3. Aspek
Filosofis PAK
PAK
merupakan proses pembelajaran dan pengajaran yang berpusatkan pada Kristus,
sang Guru Agung dan perintah untuk mendewasakan para murid (Kol.2:6-7).
B. DASAR TEOLOGIS
Dasar teologis PAK
adalah alasan alkitabiah tentang pentingnya pengajaran PAK yang terdiri dari
tugas, proses, dan tujuan PAK.
- Tugas
PAK yaitu mengajar. Dasar tugas teologis tersebut terdapat dalam Amanat Agung
Tuhan Yesus (Mat. 28:19-20). Tiga hal yang harus dilakukan para murid Kristus,
yaitu memberitakan Injil, membaptis, dan menagajar. Sasaran menginjil,
membaptis, dan mengajar adalah menjadikan mereka sebagai murid Kristus.
- Proses
PAK yaitu memuridkan. Rasul Paulus memberikan pesannya kepada Timotius (2 Tim.
2:2). Ayat tersebut menekankan bahwa tujuan mengajar adalah agar dapat mengajar
kepada orang lain. Ini yang dimaksud denganpemuridan.
- Tujuan
PAK yaitu murid dewasa (Ef. 4:11-13).
- Subjek
PAK
a.
Gereja Gembala sidang
gereja local bertanggung jawab mendewasakan jemaat. Gereja merupakan agen utama
dalam mengajar PAK. Pengajaran PAK dapat deprogram melalui kebaktian umum, SM,
bible study, dan berbagai persekutuan seperti persekutuan kaum muda, bapak, dan
ibu.
b.
Keluarga Kepala keluarga
bertanggung jwab dalam mengajar PAK, dapat dilakukan melalui kebaktian keluarga
atau retreat keluarga. Kepala keluarga harus dapat memimpin keluarganya menjadi
keluarga Kristen yang baik dan menjadi teladan dalam hidup dan kehidupannya.
c.
Sekolah Dalam pendidikan
sekolah, guru agama bertanggung jawab mengajar Pak di sekolah melalui pelajaran
agama, acara perayaan hari besar Kristen dan retreat sekolah.
C.
PENDIDIKAN AGAMA DALAM ALKITAB
Pendidikan Agama dalam PL Pendidikan
agama dalam PL dimulai dari perpindahan Abraham dari daerah sekitar sungai
Efrat dan Tigris menuju Kanaan. Allah berjanji akan membuat keturunan Abraham
besar (Kej. 12:2-3). Pusat pendidikan agama terletak pada keluarga, terutama
ayah yang bertanggung jawab dalam pendidikan agama (Ul. 6:4-9). Pengajaran
agama dalam PL berpusatpada Hukum Allah dan Kurban melalui system imamat. Allah
telah memberikan sepuluh Hukum Taurat kepada umat Israel (Kel. 20:1-17) dan
perintah untuk mengasihiNya (Ul.6:4-9). Melalui hukum yang diberikan Allah,
umat Allah disadarkan bahwa mereka adalah orang berdosa yang memerlukan
anugerah dan pengampunan dari Allah Juruslamatnya. Allah sendiri bertindak
sebagai pemrakarsa dan pengajar utama pendidikan agama dalam PL (Hos.
11:1,3,4). Dalam mengajar umatNya, Allah sering menggunakan empat golongan
pemimpin orang Israel, yaitu para imam (Bil. 3), para nabi (Yunus, Mikha, dsb),
Kaum Bijaksana (Ams. 1-2, 6:1), dan Kaum Penyair (Mazmur). Pengajaran juga
dijalankan kepala keluarga, yaitu suami kepada istri, atau orang tua kepada
anak-anak. Anak laki-laki Yahudi juga mendapatkan pendidikan formal dari
sekolah Yahudi, sementara anak perempuan mendapat pengajaran dari ayah mereka.
Metode pengajaran yang digunakan adalah menghapal (Ul. 6:4-9, Ams. 22:6, Maz.
119:11,105), bercerita kepada kaum muda tentangperistiwa bermakna (Yos. 4:6-7;
Kel. 12:24-27). Sekolah formal juga memakai metode hafalan.
Pendidikan Agama dalam PB Tema pokok
pengajaran agama dalam PL dan PB adalah karya penyelamatan manusia oleh Allah.
Pusat pengajarannya adalah Kristus. Yesus Kristus layak disebut Guru Agung
karena pengajaranNya disertai dengan kuasa mujizat. Meskipun ajarannya
menekankan kasih merupakan ajaran yang tiada bandingnya, inti pengajaranNya
berpusatkan diriNya sendiri (Yoh. 14:6). Metode pengajaran Yesus Kristus,
yaitu: memenangkan perhatian, menggunakan pertanyaan-pertanyaan, menggunakan
ilustrasi dan cerita, menggunakan ceramah atau kotbah, menggunakan benda atau
objek, menggunakan model. Pengajaran para Rasul Pengajaran para rasul dimulai
dari peristiwa pentakosta, yaitu tampillnya Petrus berkotbah dan 3000 jiwa
bertobat. PB menekankan dengan jelas tentang tiga hal utama, yaitu panggilan
iman, penjelasan tentang iman, dan pertumbuhan moralitas sebagai konsekuensi
dari hidup dalam iman.
Ada 7 pokok penting
yang menjelaskan arti dan pentingnya mengajar, yaitu:
- Menjelaskan firman yang sudah diwahyukan (2 Tim. 2:14; 3:16-17).
- Menguatkan iman (1 Tim. 4:6,11,16; 6:3-5).
- Membentuk keharmonisan rumah tangga (1 Tim. 6:1-2).
- Merupakan syarat mutlak bagi pendeta dan pemimpin rohani (1 Tim. 3:2;2 Tim. 2:24).
- Mendorong seseorang untuk membaca, menghayati dan memberitakan firman Tuhan (1 Tim. 4:13; 2 Tim. 4:2).
- Menjelaskan pertumbuhan iman (2 Tim. 2:2)
- Memuridkan (Mat. 28:19-20; 2 Tim. 2:2). PAK mempunyai dua tugas utama, yaitu memperlengkapi orang-orang kudus supaya menjangkau jiwa-jiwa baru bagi Kristus dan bertumbuh dalam iman sehingga mempunyai kedewasaan penuh dan layak menyambut kedatangan Kristus.
Prinsip-prinsip
Alkitab tentang Pengajaran dan Pembelajaran Edward dan Frances Simpson
mengemukakan 10 hukum pengajran dan pembelajaran.
- Kebergantungan pada karya Roh Kudus Para pengajar dan pelajar PAK harus meminta penerangan dari Roh Kudus. Roh Kudus adalah pengajar yang sesungguhnya (Yoh. 14:26), disebut juga Roh Kebenaran (Yoh. 16:13). Seorang pengajar dikatakan efektif dalam pengajarannya jika ia memiliki dua factor utama, yaitu kebergantungan pada kuasa Roh Kudus, dan kesucian hidup yang menjadi keteladanan dalam perbuatan.
- Mengetahui kebenaran Kebenaran tertinggi menunjukkan bahwa seseorang akan dibenarkan Allah kalau ia menerima Yesus Kristus dalam pribadinya. Pelajar dan pengajar PAK harus mengetahui kebenaran itu.
- Menerapkan kebenaran dalam kehidupan Kebenaran tidak ditentukan dengan pintar atau tidaknya pengajar, tapi apakah pengajar sudah menerapkan kebenaran dalam dalam hidupnya.
- Hubungan dalam kasih Seorang pengajar PAK haruslah seorang yang pernah merasakan jamahan Kristus yang berpuncak pada pengorbananNya di kayu salib, sehingga pengajar dapat mengasihi murid-muridNya seperti yang telah dialaminya (Yoh. 13:35).
- Metode yang digunakan pengajar Murid memerlukan guru yang dapat membangkitkan perhatian dan minat.Seseorang dapat belajar dengan baik kalau melalui pengalaman, pekerjaan, dan partisipasi. Setiap metode yang digunakan pengajar dapat membangkitkan perhatian para murid untuk mendengar, melihat, mengatakan, dan mengerjakan apa yang diajarkan.
- Komunikasi yang jelas a. Hindari katateknis yang sulit jika ada kata yang mudah. b. Perjelas kata sederhana sehingga menghindari kesalahpahaman. c. Tenangkan pikiran supaya pesan dapat diterima. d. Gunakan pendekatan dengan panca indera jika ingin memperjelas ajaran. e. Pertanyaan dapat menjadi alat efektif jika pengajar ingin mendapatkan pengertian lebih dalam. f. Pertanyaan diperlukan untuk membangkitkan ide dan membantu para murid menerapkan pelajaran dalam hidupnya. g. Utamakan untuk memperoleh umpan balik dari para murid.
- Pola peningkatan: Pola peningkatan adalah prinsip menghubungkan gagasan baru dengan gagasan lama atau sebelumnya. Pengajar harus mengganti pelajaran yang sudah diberikan ke pelajaran yang belum diberikan dengan mudah, sederhana,dan wajar. Berikan pelajaran secara bertahap.
- Sukacita menemukan Seorang pengajar harus mendorong muridnya untuk menemukan sendiri, jangan hanya sekedar mendengar. Seorang pengajar harus mendatangkan respon emosional dari para murid sehingga murid mengetahui apa yang baik dan yang jahat untuk tidak dilakukan.
- Respon kemauan Seorang guru harus memberi kesempatan yang luas untuk merespon kemauan. Pada saat guru menutup pelajaran, memberi saat teduh kepada murid untuk meresponssecara emosional dan intelektual semua kebenaran yang telah diterimanya. Pada saat berdoa, murid akan merespons kebenaran firman Tuhan yang terus disuarakan Roh Kudus.
10. Hidup
sebagai pelaku Firman Guru harus mengajarkan supaya murid-muridnya menjadi
pelaku Firman (Yak. 1:22; 1:23-24). PAK sumber dan dasarnya adalah Alkitab.
Alkitab harus diyakini sebagai Firman Allah tanpa salah karena diwahyukan Roh
Kudus.
Peran Roh Kudus
dalam proses Pengajaran dan Pembelajaran PAK Roh Kudus dapat langsung mengajar
kepada murid dan secara tidak langsung melalui para pengajar PAK.
Peran pegajar menjadi saluran Roh
Kudus untuk menyampaikan kebenaran kepada pelajar. Ada tiga konsep peran Roh
Kudus dalam pengajaran PAK, yaitu:
a. Konsep
kerjasama pribadi Roh Kudus adalah pribadi ilahi yang memungkinkan guru dan
murid berkomunikasi dan berinteraksi dengan kebenaran Allah untuk bertumbuh
secara pribadi dan bersama. Roh Kudus mengajar melaluimanusia, khususnya para
pengajar. Sebagai saluran Ilahi, para pengajar mengajarkan Firman Allah.
b. Konsep
pembaharuan diri Meskipun manusia sudah jatuh ke dalam dosa, Roh Kudus telah
memulihkan kesucian dan kebenaran sesuai dengan citra Kristus (Ef. 4:24) karena
lahir kembali sama seperti Kristus. Pengajar dan pelajar PAK harus mengakui
berharganya nilai seorang pribadi karena sesuai dengan citra Allah. Salah satu
alasan pewahyuan Roh Kudus adalah mendewasakan setiap orang percaya (2 Tim.
3:16-17). Itulah sebabnya Ia mengubah kita dari satu tingkat kemuliaan ke
tingkat kemuliaan yang lebih tinggi lagi (2 Kor. 3:17-18).
c. Konsep
komunikasi antarpribadi Gereja adalah tubuh Kristus dan Kristus adalah
kepalanya (Ef. 1:20-23). Melalui Roh Kudus, Kristus telah memberikan
karunia-karunia rohani untuk saling melayani bagi pertumbuhan Kristus (Ef.
4:7-11; 1 Kor. 12:4-7).
D. TUJUAN PAK
Menurut John Calvin,
tujuan Pendidikan Kristen adalah mendidik semua warga gereja agar mereka
dilibatkan dalam penelaahan Alkitab secara cerdas sebagaimana dibimbing oleh
Roh Kudus, diajar mengambil bagian dalam kebaktian serta diperlengkapi untuk
memilih cara-cara mewujudkan suatu pengabdian diri kepada Tuhan Yesus Kristus
dalam kehidupan mereka sehari- hari, serta hidup bertanggungjawab di bawah
kedaulatan Allah, demi kemuliaan namaNya sebagai lambang ucapan syukur mereka
yang dipilih dalam Yesus Kristus.
Menurut
E.G.Homrighausen dan I.H. Enklaar, tujuan pendidikan Kristen yaitu:
a. Memimpin
siswa pada pengenalan akan peristiwa-peristiwa ilahi dalam Alkitab dan
pengajaran-pengajaran yang ada dalam Alkitab
b. Membimbing
siswa dengan kebenaran firman Allah yaitu Alkitab
c. Mendorong
siswa melakukan mempraktekkan ajaran-ajaran Alkitab
d. Meyakinkan
siswa tentang kebenaran-kebenaran Alkitab untuk pemecahan masalah dalam
kehidupan.
Dapat disimpulkan
bahwa Tujuan utama Pendidikan Kristen ialah membawa peserta didik untuk
mengalami perjumpaan dengan Kristus, mengasihi Allah dengan sungguh-sungguh,
hidup dalam keataatan serta mampu mempraktekkan imannya dalam kehidupan sehari
hari.
============ hai pemirsa bila anda dibantu silakan tinggalkan pesan diblog ini yah
terima kasih
Komentar
Posting Komentar